Kamis, 30 Januari 2025
NGAMPRAH, KABBAR.MY.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyatakan bahwa lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Indonesia mulai terkendali. Langkah cepat berupa pengobatan dan vaksinasi di pusat wabah dinilai efektif menekan penularan baru serta menurunkan angka fatalitas.
Kementan mencatat, sejak awal Desember 2024 hingga awal Januari 2025, sebanyak 29 ribu ekor ternak di Indonesia terpapar PMK. Kasus terbanyak terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun dalam dua pekan terakhir, tren kasus dilaporkan mulai melandai.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Imron Suandy, menegaskan bahwa beberapa daerah sudah bisa mengendalikan wabah. Jawa Barat termasuk salah satu wilayah dengan laporan kasus, namun jumlahnya tidak signifikan dan dapat segera ditangani.
Kementan menargetkan status wabah PMK dapat diturunkan dari pandemi menjadi endemik. Untuk itu, vaksinasi rutin dan upaya menjaga kekebalan kelompok terus digencarkan agar semua pihak lebih siap menghadapi siklus musiman penyakit ini.
Selain faktor musim hujan yang memicu penurunan daya tahan ternak, Kementan mengakui ada keterlambatan vaksinasi pada 2024. Ke depan, pihaknya menekankan pentingnya konsistensi dan gotong royong agar PMK dapat ditekan secara berkelanjutan.














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!