Investigasi Keracunan Massal di Acara Hajatan Lembang, 9 Sampel Makanan Dibawa ke Labkesda Jabar

Investigasi Keracunan Massal di Acara Hajatan Lembang, 9 Sampel Makanan Dibawa ke Labkesda Jabar

Kamis, 20 Juni 2024

Desa Cikahuripan, Lembang, Bandung Barat – Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan investigasi terkait kasus dugaan keracunan massal yang menimpa warga setelah menghadiri acara syukuran pernikahan di Kampung Karamat RT 03/07, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang.

Sebanyak 66 warga mengalami keluhan medis seperti mual, muntah, sakit perut, dan pusing yang diduga akibat konsumsi makanan di acara tersebut. Untuk mengetahui penyebab pasti, petugas kesehatan mengumpulkan 9 sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat. Sampel tersebut meliputi nasi, sop sapi, tempe orek, kikil bumbu kuning, capcay, ayam suwir, ikan asin, sambal, dan air minum.

“Semua sampel sudah dibawa ke laboratorium untuk diuji kandungan mikrobiologi dan zat kimia. Hasilnya akan keluar dalam 2-7 hari,” jelas Plt Kepala Dinkes Bandung Barat, Eriska Hendrayana, Kamis (20/6/2024).

Menurut data Dinas Kesehatan, para korban dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Lembang, Puskesmas Jayagiri, PMB Bidan Lutfi, Klinik Advent, Klinik Medika Garsia, Klinik Sespim, dan RS Salamun. Mayoritas korban telah pulih, dan hanya 3 pasien yang masih menjalani perawatan di RSUD Lembang.

Kepala Desa Cikahuripan, Oman Haryanto, menambahkan bahwa acara syukuran yang berlangsung pada pukul 12:00 WIB dihadiri sekitar 120 orang. Keluhan keracunan mulai muncul pada pukul 18:00 WIB.

Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan terus memantau perkembangan kasus ini dan menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.