Rabu, 15 November 2023 | 08:42 WIB
NGAMPRAH – Sepanjang tahun 2023, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat 447 kasus demam berdarah dengue (DBD). Dari jumlah tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini.
Kasus DBD tercatat hampir merata di seluruh kecamatan. Namun, dua wilayah yang mendominasi adalah Kecamatan Cililin dengan 61 kasus dan Kecamatan Cikalongwetan yang mencatat 80 kasus. Data ini disampaikan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan, yang merinci periode Januari hingga Juli 2023 terdapat 304 kasus dengan dua korban meninggal, sementara pada Juli hingga November tercatat 143 kasus.
Untuk menekan angka penyebaran, Dinkes KBB terus menggencarkan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus. Masyarakat juga diimbau berperan aktif sebagai juru pemantau jentik (jumantik) agar pencegahan dapat berjalan efektif.
Kepala Dinkes KBB, Hernawan Widjajanto, turut mengingatkan masyarakat agar lebih waspada menjelang musim penghujan. Menurutnya, potensi penularan penyakit lain seperti flu dan diare juga meningkat di masa peralihan musim ini.
Ia menekankan bahwa langkah sederhana seperti menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat genangan air adalah kunci utama pencegahan. “Kalau tidak ada genangan air, maka tidak ada jentik nyamuk. Dengan begitu, kasus DBD bisa ditekan,” tegas Hernawan.














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!