Kasus DBD di Bandung Barat Mengganas, 1.040 Warga Terjangkit dan 9 Meninggal Dunia

Kasus DBD di Bandung Barat Mengganas, 1.040 Warga Terjangkit dan 9 Meninggal Dunia

Selasa, 19 Maret 2024

NGAMPRAH – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melonjak drastis pada awal tahun 2024. Dinas Kesehatan mencatat hingga 19 Maret 2024 terdapat 1.040 kasus dengan 9 di antaranya meninggal dunia.

Jika dibandingkan dengan tahun 2023, angka ini meningkat lebih dari 100 persen. Tahun lalu tercatat hanya 447 kasus dengan 2 kematian. Dengan kondisi ini, Bandung Barat memiliki Insidens Rate (IR) sebesar 61 kasus per 100.000 penduduk, sementara Case Fatality Rate (CFR) tercatat 0,77 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KBB, Nurul Rasihan, menyebut Kecamatan Cililin menjadi wilayah dengan kasus tertinggi yakni 165 kasus, disusul Lembang 152 kasus, dan Cipongkor 98 kasus.

Menurutnya, lonjakan kasus ini dipicu oleh musim hujan yang mempercepat perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti. Untuk menekan angka kasus, masyarakat diimbau melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan prinsip 3M: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air.

Langkah ini diharapkan dapat menekan penyebaran DBD agar tidak semakin meluas di wilayah Bandung Barat.