Jumat, 10 Januari 2025
NGAMPRAH, KABBAR.MY.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat masih menunggu pasokan vaksin dari Kementerian Pertanian untuk mengendalikan penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Kasus ini kembali marak ditemukan di sejumlah wilayah Bandung Barat.
Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan, sejak Desember 2024 hingga 9 Januari 2025 tercatat 229 ekor sapi terpapar PMK. Dari jumlah tersebut, empat ekor sapi mati dan sepuluh lainnya terpaksa dipotong paksa.
Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan bahwa pemerintah daerah siap melakukan vaksinasi massal begitu pasokan tersedia. Namun, saat ini distribusi vaksin sepenuhnya bergantung pada pemerintah pusat.
Selain menunggu vaksin, Pemda Bandung Barat juga memperketat lalu lintas hewan ternak dari daerah terdampak serta meningkatkan edukasi kepada para peternak. Langkah ini diharapkan bisa mencegah kerugian besar yang pernah terjadi pada tahun 2023 saat kasus PMK melonjak tajam.
Plt Kepala Dispernakan, Wiwin Aprianti, menambahkan bahwa saat ini tersedia sekitar 30.000 dosis vaksin yang sedang disuntikkan di sepuluh kecamatan pusat ternak. Meski begitu, pihaknya masih menunggu dosis lanjutan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!