Jumat, 25 April 2025 | KABBAR.MY.ID
NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengambil langkah strategis dalam mengatasi pencemaran sungai akibat limbah kotoran hewan (kohe) di kawasan Bandung Utara, seperti Lembang, Parongpong, dan Cisarua.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa pengelolaan limbah peternakan tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, ternak bukan hanya menghasilkan limbah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dimanfaatkan secara optimal, baik sebagai pupuk maupun sumber energi terbarukan.
Pemkab Bandung Barat telah menyiapkan tiga kebijakan utama. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah. Kedua, membangun unit pengolahan komunal untuk mengubah kohe menjadi pupuk dan biogas. Ketiga, memperkuat pengawasan agar pengelolaan limbah berjalan lebih tertib dan berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan mengingat Bandung Barat, khususnya di sentra peternakan sapi perah, memiliki populasi sekitar 26.723 ekor sapi. Besarnya jumlah ternak inilah yang membuat kebutuhan akan solusi pengolahan limbah semakin mendesak.
Selain aspek lingkungan, pengolahan kohe juga dinilai memiliki potensi membuka peluang ekonomi baru. Produk turunan seperti biogas, kompos, hingga briket dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat sekitar.











Komentar
Tuliskan Komentar Anda!