Bandung Barat, Kabbar.my.id — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Melalui program kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan kelompok sadar wisata, berbagai desa kini mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam sektor pariwisata berbasis komunitas.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata bukan sekadar meningkatkan kunjungan wisata, namun juga memperkuat identitas budaya dan potensi lokal. “Setiap desa memiliki ciri khas, karakter, dan potensi. Tugas pemerintah adalah membantu agar potensi ini berkembang dan memberikan manfaat ekonomi kepada warga,” ujarnya.
Beberapa desa seperti Citengah, Cipada, dan Cikahuripan kini mulai dikenal sebagai destinasi wisata baru dengan mengangkat potensi alam, budaya, dan kuliner lokal. Program pendampingan terus dilakukan agar pengelolaan wisata semakin profesional, termasuk pelatihan digital marketing, hospitality, serta pengolahan produk UMKM.
Menurut data Diskominfo Statistik, peningkatan jumlah kunjungan wisata berdampak langsung pada peningkatan omzet pelaku UMKM sebesar 30–60 persen di beberapa desa wisata. Produk unggulan seperti kopi, madu hutan, olahan susu, hingga produk kriya kini semakin banyak ditemukan pada marketplace dan media sosial.
Dengan tren perjalanan wisata lokal yang terus berkembang, Pemkab Bandung Barat optimis bahwa desa wisata akan menjadi salah satu sektor penting dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
.jpg)













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!