Angin Puting Beliung Terjang Padalarang, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Terdampak

Angin Puting Beliung Terjang Padalarang, Puluhan Rumah Rusak dan Warga Terdampak

Bandung Barat, Kabbar.my.id — Bencana angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (6/3/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang beterbangan akibat terpaan angin kencang.

Angin kencang muncul secara tiba-tiba setelah wilayah tersebut sempat diguyur hujan ringan dalam waktu singkat. Meski hujan telah reda, kondisi langit yang masih gelap disertai perubahan tekanan udara diduga menjadi pemicu munculnya angin puting beliung yang melanda beberapa titik permukiman warga.

Data sementara dari pihak Kecamatan Padalarang mencatat lebih dari 50 rumah terdampak akibat kejadian ini. Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Cipeundeuy, di mana puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga cukup berat.

Rincian sementara menunjukkan sekitar 65 rumah di Desa Cipeundeuy terdampak, dengan sebaran kerusakan di beberapa wilayah rukun warga. Kondisi ini membuat sejumlah warga harus membersihkan puing-puing bangunan dan memperbaiki bagian rumah yang rusak secara mandiri sambil menunggu bantuan.

Selain permukiman warga, angin puting beliung juga berdampak pada fasilitas lain, termasuk bangunan Pondok Pesantren Nurul Falah Almusri 1 yang turut mengalami kerusakan. Kerusakan pada fasilitas pendidikan ini menambah daftar dampak yang harus segera ditangani oleh pihak terkait.

Di wilayah lain seperti Desa Cimerang, dampak yang terjadi lebih berupa pohon tumbang di kawasan industri Cimareme serta di beberapa jalan lingkungan. Beruntung, tidak ada laporan kerusakan rumah warga di wilayah tersebut meskipun aktivitas sempat terganggu akibat akses jalan yang terhalang.

Sementara itu, beberapa bangunan di kawasan Kota Baru Parahyangan juga dilaporkan terdampak, meskipun hingga saat ini data resmi masih dalam proses pendataan oleh pihak pengelola kawasan. Selain itu, sebuah tempat usaha kuliner turut mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang.

Pemerintah kecamatan bersama aparat desa masih terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah total kerusakan di seluruh wilayah terdampak, termasuk dari Desa Kertajaya dan Laksanamekar yang hingga saat ini masih dalam proses pelaporan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di musim pancaroba. Pemerintah juga mengimbau warga agar segera melaporkan kerusakan serta mengutamakan keselamatan dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Dengan koordinasi yang terus dilakukan antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat sehingga aktivitas warga dapat kembali normal seperti sedia kala.