BBPOM Perketat Pengawasan Takjil di Lembang, Pastikan Bebas Zat Berbahaya Selama Ramadan

BBPOM Perketat Pengawasan Takjil di Lembang, Pastikan Bebas Zat Berbahaya Selama Ramadan

Bandung Barat, Kabbar.my.id — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung bersama lintas sektor memperketat pengawasan terhadap makanan takjil dan pangan olahan yang dijual pedagang kaki lima di wilayah Kabupaten Bandung Barat selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa.

Kegiatan pengawasan dipusatkan di kawasan Lembang yang dikenal sebagai salah satu titik ramai penjualan takjil. Petugas dari BBPOM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam melakukan inspeksi langsung ke lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengujian cepat terhadap 14 sampel makanan takjil yang dijual oleh pedagang. Jenis makanan yang diuji meliputi berbagai produk olahan seperti saus, bakso, hingga tahu yang kerap menjadi pilihan masyarakat saat berbuka puasa.

Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam produk pangan, seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow. Bahan-bahan tersebut diketahui berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang maupun dalam jumlah tertentu.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diperiksa memenuhi standar keamanan pangan dan tidak ditemukan kandungan zat berbahaya. Temuan ini menjadi kabar positif bagi masyarakat yang mengonsumsi takjil di kawasan tersebut.

Kepala BBPOM di Bandung menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan ini telah berlangsung sejak pertengahan Februari dan akan terus dilakukan hingga pertengahan Maret. Pengawasan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan untuk memastikan seluruh produk pangan yang beredar aman dikonsumsi selama Ramadan.

Selain di Kabupaten Bandung Barat, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lain di Jawa Barat seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bekasi, Karawang, Cimahi, dan Cirebon. Secara keseluruhan, puluhan sampel telah diuji dan menunjukkan hasil yang memenuhi syarat.

Pemerintah mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kualitas dan kebersihan produk yang dijual. Sementara itu, masyarakat juga diharapkan lebih selektif dalam memilih makanan serta memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan sebelum dikonsumsi.

Dengan pengawasan yang intensif dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan keamanan pangan selama Ramadan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa khawatir terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi.