Bandung Barat, Kabbar.my.id – Situasi pascaperistiwa tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, kini memicu reaksi warga lantaran sebagian area bekas longsor mulai digunakan sebagai lokasi konten media sosial dan tempat nongkrong tanpa memperhatikan sensitivitas sosial. Warga merasa terganggu karena lokasi tersebut merupakan area peristiwa kemanusiaan berat yang menelan banyak korban.
Area terdampak selama operasi pencarian telah menjadi tenang setelah kegiatan tersebut resmi dihentikan. Namun, fenomena baru muncul ketika sejumlah orang menjadikan tanah terbalik, reruntuhan batu besar, serta aliran sungai dadakan di lokasi longsor sebagai latar belakang foto dan video untuk konten daring. Hal ini memicu protes dari keluarga korban dan warga sekitar yang menilai tindakan tersebut tidak menghormati sejarah tempat tersebut.
Menurut warga setempat, kondisi ini membuat perasaan mereka sedih karena lokasi yang seharusnya menjadi wilayah pemakaman dan refleksi bencana kini berubah menjadi spot wisata yang tidak selayaknya untuk hiburan. Banyak warga berharap tindakan ini segera dihentikan dan area longsor dikembalikan pada fungsinya sebagai kawasan yang dipulihkan dan dikaji secara ilmiah.
Sejumlah warga menyatakan bahwa fokus masyarakat dan pengunjung haruslah pada proses rehabilitasi lingkungan dan pemulihan psikologis masyarakat pascabencana, bukan pada eksploitasi visual untuk konten media sosial semata. Mereka menilai sikap ini tidak menunjukkan empati terhadap keluarga korban yang hingga kini merasakan duka.
Tokoh masyarakat yang juga korban terdampak mengajak seluruh pihak untuk menjaga etika sosial dalam bersikap terhadap kawasan pascalongsor. Ia mengungkapkan bahwa kenangan akan peristiwa tersebut harus diperlakukan dengan penghormatan penuh dan tidak semata dijadikan bahan hiburan atau konten daring yang tidak bermakna.
Penegasan ini juga mendapat dukungan dari kalangan masyarakat umum yang memahami pentingnya sensitivitas budaya dan sosial dalam memandang lokasi bencana. Mereka berharap pengunjung dan pengguna media sosial dapat lebih bijak dalam tindakan mereka.
Warga serta komunitas lokal kini berupaya menggalang kampanye peduli terhadap kawasan pascalongsor agar area tersebut menjadi ruang edukatif dan reflektif, bukan sekadar spot foto belaka. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa hormat dan kepedulian lingkungan di tengah masyarakat luas.





.jpg)








Komentar
Tuliskan Komentar Anda!