NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat dalam menangani kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Cipongkor, Selasa (23/9/2025). Insiden ini diduga berasal dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan para siswa yang terdampak. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam dan memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Pemkab Bandung Barat telah menyiapkan posko kesehatan di beberapa titik, antara lain UGD Poned Puskesmas Cipongkor, GOR Kecamatan Cipongkor, serta Bidan Desa Sirnagalih. Sementara itu, siswa dengan kondisi berat dirujuk ke RSUD Cililin untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Investigasi terkait penyebab keracunan juga tengah dilakukan. Tim Dinas Kesehatan bersama tenaga medis melakukan pengambilan sampel makanan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber masalah. Bupati menekankan, investigasi akan berjalan paralel dengan upaya pemulihan korban.
Hingga Selasa malam, tercatat 75 siswa terdampak, dengan 25 di antaranya dirujuk ke rumah sakit. Korban terdiri dari siswa tingkat SMK hingga PAUD dengan gejala mual, muntah, pusing, hingga sesak napas. Pemerintah daerah berkomitmen agar program MBG tetap berjalan dengan lebih aman dan sehat bagi seluruh pelajar.
(Diskominfotik KBB)














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!