Aktivitas Sesar Lembang Meningkat, Bupati Jeje Imbau Warga Bandung Barat Waspada

Aktivitas Sesar Lembang Meningkat, Bupati Jeje Imbau Warga Bandung Barat Waspada

NGAMPRAH, BANDUNG BARAT – Aktivitas gempa di sekitar Sesar Lembang menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data BMKG, tercatat tiga gempa kecil di wilayah Bandung Barat: magnitudo 1,8 di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua (14 Agustus 2025); magnitudo 2,3 di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah (19 Agustus 2025); dan magnitudo 1,7 di perkebunan warga Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah.

Sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 kilometer, membentang dari Padalarang, Bandung Barat hingga Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dengan potensi gempa besar berkekuatan magnitudo 6 hingga 7.

Meskipun gempa-gempa terakhir tidak menimbulkan kerusakan, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, khususnya bagi yang tinggal di zona rawan. “Akhir-akhir ini aktivitas di Sesar Lembang meningkat, terutama di segmen barat. Kami sudah menerima laporan terkait hal ini,” ujar Jeje di Lembang, Kamis (21/8/2025).

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat fokus pada mitigasi bencana dengan memetakan wilayah rawan dan mendata masyarakat yang tinggal di zona merah sesar. Edukasi sadar bencana juga terus digalakkan agar warga dapat melakukan langkah mitigasi mandiri jika terjadi gempa.

“Saya mengajak masyarakat agar lebih hati-hati, waspada, dan saling menguatkan. Mari kita berdoa bersama agar Bandung Barat tetap aman dan terlindungi dari bencana,” tambah Jeje.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat di sepanjang jalur sesar agar memiliki kesiapan mental dan pemahaman yang baik menghadapi gempa bumi.