Pemkab Bandung Barat Dapat Diskresi Khusus Buang Sampah ke TPA Sarimukti

Pemkab Bandung Barat Dapat Diskresi Khusus Buang Sampah ke TPA Sarimukti

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan pembatasan tonase pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi KBB. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendapat diskresi khusus untuk tetap membuang sampah tanpa pembatasan kuota.

Kebijakan pembatasan ini diterapkan untuk memperpanjang umur pakai zona 5 perluasan TPA Sarimukti yang menjadi pusat pembuangan akhir bagi wilayah Bandung Raya, meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Jabar atas kebijakan tersebut.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Bapak Gubernur dan jajaran, yang telah memberikan izin penambahan pengangkutan sampah ke TPPAS Regional Sementara Sarimukti,” ujar Jeje.

Ia menjelaskan bahwa persetujuan ini merupakan hasil dari proses pengajuan resmi yang dilakukan oleh Pemkab Bandung Barat, mulai dari komunikasi lisan, surat tertulis, hingga pertemuan langsung dengan Gubernur Jawa Barat.
“Surat terakhir kami kirim pada bulan September, dan alhamdulillah kini sudah mendapat persetujuan,” tambahnya.

Penambahan kuota pengangkutan sampah ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pembersihan titik-titik penumpukan sampah di sejumlah wilayah Bandung Barat. Selain itu, Pemkab juga menindaklanjuti arahan Pemprov Jabar agar peningkatan ritase disertai dengan program pengurangan, pemanfaatan, dan daur ulang sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan.

Jeje menegaskan bahwa pengelolaan sampah akan diperkuat melalui edukasi dan kolaborasi bersama masyarakat. “Dengan dukungan semua pihak, kami yakin persoalan sampah dapat tertangani lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penanganan sampah menjadi salah satu dari tiga program prioritas utama Pemkab Bandung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Jeje, selain perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Alhamdulillah, satu per satu persoalan besar di Bandung Barat mulai kita selesaikan bersama,” pungkasnya.