Minggu, 4 Februari 2024 | 15:08 WIB
LENGKONG – Jembatan Callender Hamilton menjadi salah satu infrastruktur penting yang berdiri kokoh di Jawa Barat. Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan jembatan ini pada Sabtu, 3 Februari 2024 di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Jembatan Callender Hamilton pertama kali digagas oleh insinyur asal Selandia Baru, Archibald Milne Hamilton. Desainnya mulai dikembangkan pada tahun 1927 saat Hamilton bekerja di Irak, dan resmi dipatenkan pada tahun 1935. Ciri khas jembatan ini adalah penggunaan tiang-tiang penopang yang menjadi elemen struktural utama.
Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, tipe jembatan ini sangat populer karena memiliki usia pakai yang panjang. Namun, seiring waktu, sejumlah jembatan Callender Hamilton harus direvitalisasi akibat beban lalu lintas yang terus meningkat. Pemerintah pun sejak tahun 2021 menjalankan proyek revitalisasi dengan anggaran sebesar Rp 2,2 triliun.
Kementerian PUPR melalui Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari mitigasi risiko, mengingat banyak jembatan berusia di atas 40 tahun dan rentan terhadap kerusakan akibat beban berlebih kendaraan.
Di Jawa Barat sendiri, sebanyak 16 jembatan Callender Hamilton telah diganti atau diduplikasi dalam kurun waktu 2021–2023, dengan total panjang 3.758 meter. Beberapa di antaranya berada di Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cirebon, serta Jembatan Batujajar sepanjang 150 meter di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung. Proyek ini melibatkan skema KPBU antara Kementerian PUPR dan PT Baja Titian Utama dengan nilai investasi mencapai Rp 728,3 miliar.














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!