BPBD Bandung Barat Laporkan 277 Kasus Bencana, Pemda Perketat Kesiapsiagaan Menjelang Puncak Hujan

BPBD Bandung Barat Laporkan 277 Kasus Bencana, Pemda Perketat Kesiapsiagaan Menjelang Puncak Hujan

Bandung Barat, Kabbar.my.id — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kembali menegaskan status siaga bencana setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 277 kejadian bencana alam sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Data ini menunjukkan peningkatan risiko terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Lembang, Cipongkor, Rongga, dan Cisarua yang kerap mengalami longsor dan pergerakan tanah saat musim hujan.

Menurut laporan BPBD, jenis bencana yang paling sering terjadi adalah tanah longsor sebanyak 117 kejadian, disusul cuaca ekstrem seperti angin kencang sebanyak 115 kejadian. Selain itu, tercatat pula 23 kejadian banjir bandang serta 17 kasus pergerakan tanah yang memaksa warga melakukan evakuasi sementara. Tingginya intensitas hujan selama dua bulan terakhir disebut menjadi pemicu utama meningkatnya bencana di wilayah perbukitan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, meminta seluruh aparat dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menekankan agar setiap desa rawan segera memetakan jalur evakuasi dan memastikan kesiapan logistik darurat. Pemerintah juga menyiagakan alat berat di beberapa titik kritis untuk mempercepat respon penanganan apabila terjadi longsor yang berpotensi menutup akses jalan.

Sementara itu, BPBD KBB bersama instansi terkait tengah memperkuat sistem peringatan dini berbasis cuaca dan potensi gerakan tanah. Beberapa alat deteksi dini telah ditempatkan di daerah lereng curam untuk memonitor kondisi tanah yang berisiko. Pemerintah juga menyiapkan posko siaga di sejumlah kecamatan untuk memudahkan warga melapor saat terjadi tanda-tanda bencana.

Pemkab Bandung Barat memastikan seluruh gudang logistik kebencanaan dalam kondisi siap pakai, termasuk ketersediaan tenda, makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan evakuasi. Pemerintah berharap langkah preventif ini dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi saat puncak musim hujan pada akhir November hingga Desember mendatang.