Tiga Hari Guyuran Hujan Intensif, Kabupaten Bandung Barat Dilanda Gelombang Banjir dan Longsor

Tiga Hari Guyuran Hujan Intensif, Kabupaten Bandung Barat Dilanda Gelombang Banjir dan Longsor

Bandung Barat, Kabbar.my.id — Kabupaten Bandung Barat kembali menghadapi situasi darurat bencana setelah curah hujan yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (1/11/2025) menyebabkan beberapa wilayah di kawasan pegunungan dan dataran rendah terimbas banjir dan longsor. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat (BPBD KBB) mencatat sekitar enam peristiwa bencana dalam kurun waktu satu hingga tiga November yang tersebar di Kecamatan Cisarua, Cipongkor, Sindangkerta, Padalarang, dan Cipatat. 

Akibat kondisi tanah yang jenuh air dan aliran sungai yang meluap, satu rumah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua tertimpa longsor dan akses jalan sempat tertutup oleh material batu dan tanah. Sementara itu, banjir melanda sejumlah perumahan di Desa Sudimampir, Kecamatan Padalarang, akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air. 

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, mengungkapkan bahwa beberapa titik rawan mengalami pergerakan tanah aktif dan membutuhkan evakuasi cepat. “Kami telah menyiagakan tim tanggap darurat dan logistik bantuan di lokasi-lokasi prioritas. Semua laporan akan kami tindak lanjuti dalam waktu cepat,” ujarnya. 

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengimbau seluruh warga yang tinggal di lereng, bantaran sungai, atau kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta memantau kondisi sekitar, memastikan jalur evakuasi terbuka, dan melapor ke call-center BPBD jika ditemukan retakan tanah, aliran air meningkat, atau curah hujan yang sangat tinggi.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Bandung Barat bersama BPBD akan memperkuat sistem peringatan dini, memasang rambu bahaya di lokasi rawan, sekaligus mempercepat pengerjaan saluran drainase yang tersumbat agar bencana berikutnya dapat dicegah atau dampaknya ditekan secara maksimal.