Selasa, 31 Oktober 2023 | 19:39 WIB
NGAMPRAH – Program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkendala anggaran. Dari rencana awal 290 rumah yang masuk target renovasi, jumlahnya dirasionalisasi menjadi 233 unit. Namun, perbaikan belum bisa berjalan karena tidak tersedia dana untuk konsultan pendamping.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman KBB, Anni Roslianti, menjelaskan keberadaan konsultan pendamping sangat penting dalam program Rutilahu. Mereka berperan dalam sosialisasi, survei lapangan, verifikasi objek, hingga menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dengan demikian, bantuan Rp15 juta per rumah bisa tepat sasaran.
Pemerintah daerah tengah mencari solusi agar 233 rumah tetap bisa direnovasi tahun ini. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran perubahan dari bidang lain sebesar Rp392 juta untuk biaya konsultan pendamping. Rencananya, pendamping akan dibagi menjadi tiga wilayah — utara, selatan, dan tengah — untuk menjangkau seluruh kawasan KBB yang cukup luas.








Komentar
Tuliskan Komentar Anda!