Bandung Barat, Kabbar.my.id — Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat mulai mematangkan berbagai persiapan dalam menghadapi arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Ratusan personel disiagakan bersama perlengkapan pendukung lalu lintas guna memastikan perjalanan para pemudik berjalan aman, tertib, dan lancar.
Sebagai salah satu wilayah strategis yang dilalui arus kendaraan dari berbagai daerah, Bandung Barat diprediksi kembali menjadi titik perlintasan utama pemudik. Baik jalur tol maupun jalan arteri dipastikan akan mengalami peningkatan volume kendaraan selama periode mudik.
Untuk jalur tol, arus kendaraan umumnya datang dari arah Jakarta menuju wilayah Cikampek, Purwakarta, Padalarang hingga tersambung ke Cileunyi. Sementara pada jalur non-tol, kendaraan pemudik banyak melintas melalui rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur yang kemudian masuk ke wilayah Cipatat dan Padalarang.
Selain itu, jalur alternatif dari arah Karawang dan Purwakarta menuju Cikalongwetan hingga Padalarang juga menjadi salah satu titik rawan kepadatan. Tidak hanya itu, jalur dari Subang menuju Lembang yang terhubung ke Kota Bandung serta wilayah Priangan seperti Garut dan Tasikmalaya juga diperkirakan akan dipadati kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi arus mudik dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana pendukung di lapangan.
Diperkirakan akan terjadi dua gelombang puncak arus mudik tahun ini. Gelombang pertama terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026 seiring kebijakan work from anywhere (WFA), sementara gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 18 hingga 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi dan akhir pekan.
Untuk mendukung pelayanan, Dishub akan mendirikan lima posko pengamanan yang tersebar di beberapa titik strategis. Posko induk akan berada di lingkungan Pemkab Bandung Barat, sementara posko lainnya ditempatkan di Padalarang, Lembang, serta kawasan BBS-Cipatik yang menjadi jalur padat kendaraan.
Sebanyak 120 personel akan diterjunkan untuk bertugas di posko serta melakukan patroli mobile guna memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mengantisipasi kepadatan dan memberikan respons cepat terhadap potensi gangguan lalu lintas.
Selain personel, berbagai perlengkapan juga disiapkan seperti rambu portable, water barrier, traffic cone, hingga life jacket sebagai bagian dari upaya pengamanan. Fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung rekayasa lalu lintas serta menjaga keselamatan pengguna jalan.
Dishub juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan kendaraan, terutama di titik-titik rawan macet yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pemerintah daerah berharap arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat pun diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama perjalanan.














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!